Kepada Rena : Ayat 1

Rena, sinar bulan menyapa jendela kamarku sambil suaramu mengalun sendu;
kalau setia kenapa pergi begitu saja?
kalau cinta kenapa diam-diam mendua?
kalau benci kenapa terus mengikuti?
kalau marah kenapa tak bilang saja??
Pra.. kalau memang itu aku---wanitamu, kenapa kau tak ulurkan tanganmu itu?
kenapa kau tak sebut namaku lalu kau dekap aku?

sebab Rena, gadisku yang bernafas keresahan
bermandikan tangis dan berguyur amarah penuh dendam;
bukan aku yang setia namun rinduku
bukan aku yang cinta namun hatiku
bukan aku yang benci namun egoku
bukan aku yang marah namun jiwaku
aku hanya bajingan yang tak berperasaan
sebuah perantara antara kau dan kesedihan..